NANO TECHNOLOGY
Tugas Mata
Kuliah Komputer dan Masyarakat
disusun oleh:
CAECARIO
CASTILLIO
10110026
PROGRAM STUDI
TEKNIK INFORMATIKA S1
SEKOLAH TINGGI
INFORMATIKA KOMPUTER
(STIKOM) ARTHA
BUANA KUPANG
2014
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang.
Pengembangan
nanoteknologi atau teknologi rekayasa zat bersekala nanometer
belumlah tergolong lama. orang yang pertama kali menciptakan istilah nanoteknologi
adalah profesor nario taniguchi dari tokyo science university pada tahun
1940. ia mulai mempelajari mekanisme pembuatan nanomaterial dari kristal
kuarts, silikon dan keramik alumina dengan menggunakan mesin ultrasonik.
komersialisasi (potensi penerapan sesungguhnya nanoteknologi tidak hanya pada piranti mikroelektronik saja
tetapi juga pada berbagai industri membuka peluang aplikasi bahan dan teknologi
nano di berbagai bidang, yakni pada produk makanan, kemasan, mainan anak,
peralaatan rumah / kebun, kesehatan, kebugaran, obat-obatan, tekstil, keramik
dan kosmetik.
material berskala nano merupakan material yang sangat atraktif kerena memiliki sifat-sifat yang sangat berbeda dibandingkan dengan yang diperlihatkan pada skala makroskopisnya. terdapat berbagai fenomena quantum atraktif yang timbul sebagai akibat pengecilan ukuran material hingga ke dimensi nano. logam platina meruah yang dikenal sebagai material inert dapat berubah menjadi material katalitik jika ukurannya diperkecil mencapai skala nano. material stabil, seperti aluminium, menjadi mudah terbakar, bahan-bahan isolator berubah menjadi konduktor (karna, 2010). sehingga dengan nanoteknolgi maka setiap bahan atau material akan memungkinkan pengurangan berat disertai dengan peningkatan stabilitas dan meningkatkan fungsionalitas.
material berskala nano merupakan material yang sangat atraktif kerena memiliki sifat-sifat yang sangat berbeda dibandingkan dengan yang diperlihatkan pada skala makroskopisnya. terdapat berbagai fenomena quantum atraktif yang timbul sebagai akibat pengecilan ukuran material hingga ke dimensi nano. logam platina meruah yang dikenal sebagai material inert dapat berubah menjadi material katalitik jika ukurannya diperkecil mencapai skala nano. material stabil, seperti aluminium, menjadi mudah terbakar, bahan-bahan isolator berubah menjadi konduktor (karna, 2010). sehingga dengan nanoteknolgi maka setiap bahan atau material akan memungkinkan pengurangan berat disertai dengan peningkatan stabilitas dan meningkatkan fungsionalitas.
B.
Tujuan
Penulisan Mengetahui perkembangan teknologi nano yang
saat ini tengah berkembang. Apalagi sekarang adanya teknologi kita bisa lebih
cepat menjelajahi dunia dalam waktu yang singkat.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Nanotechnology
Nanotechnology
(teknologi nano) adalah ilmu (science) untuk membuat mesin-mesin yang berukuran
sangat kecil, dalam level molekul. Nama ini diperoleh dari kata {nanometer}
yang berarti sepermilyar meter (10 pangkat minus 9), yaitu ukuran dari
mesin-mesin ini.
Nanoteknologi kadang juga disebut sebuah rekayasa pada tingkatan molekuler,
merupakan area multidisiplin dari berbagai ilmu terapan dan teknik dengan
tujuan untuk mendesain dan membuat komponen dan sistem yang sangat kecil.
Peran teknologi nano dalam IT
(information technology), sudah tidak diragukan lagi. Bertambahnya kecepatan
komputer dari waktu ke waktu, meningkatnya kapasitas hardisk dan memori,
semakin kecil dan bertambahnya fungsi telepon genggam, adalah contoh-contoh
kongkrit produk teknologi nano di bidang IT.
Peran teknologi nano :
Teknologi nano mampu menggandakan kekutan beton.
- dengan campuran 10 persen bahan nanosilika kekutan beton menjadi dua kali lebih kokoh, tahan gempa, dan kedap air laut.
Teknologi nano mampu menggandakan kekutan beton.
- dengan campuran 10 persen bahan nanosilika kekutan beton menjadi dua kali lebih kokoh, tahan gempa, dan kedap air laut.
Teknologi nano mampu membuat obat
dalam ukuran nanogram.
- obat tersebut langsung menuju sasaran yang hendak diobati.
- obat tersebut langsung menuju sasaran yang hendak diobati.
Teknologi nano memberikan jalan
keluar mengatasi polusi:
v Nanofilter mampu menyaring debu, gas dan partikel di
bawah orde satu micron.
v Nanoteknologi
akan ditemukan solar sel yang bisa mengurangi sumber energi senyawa karbon.
v Nanoteknologi
memungkinkan penemuan baterai dengan kapasitas tinggi dan bertahan lama.
v Nanoteknologi memungkinkan penghematan energi karena
jaringan listrik tidak lagi menggunakan tembaga sebagai konduktor, tapi akan
menggunakan konduktor dengan tingan resistensi nol.
v Nanoteknologi memungkinkan penggunaan hydrogen sebagai
sumber energi baru.
Nanoteknologi mampu mengubah material yang tidak berguna menjadi barang bermutu tinggi dengan menyusun unsur pembentuknya.
- Batu gamping (clay) yang diubah menjadi nanopartikel kemudian dicampur dengan polimer, akan menghasilkan polymer nanocomposite (PNC) yang sangat kuat dan elastis.
Nanoteknologi mampu mengubah material yang tidak berguna menjadi barang bermutu tinggi dengan menyusun unsur pembentuknya.
- Batu gamping (clay) yang diubah menjadi nanopartikel kemudian dicampur dengan polimer, akan menghasilkan polymer nanocomposite (PNC) yang sangat kuat dan elastis.
B. Sejarah
penemuan Nanotechnology.
Istilah "nanoteknologi"
ditakrifkan buat pertama kali oleh Norio Taniguchi , Profesor Universiti Sains
Tokyo , pada tahun 1974 dalam kertas kerjanya, " Mengenai Konsep Asas
'Nanoteknologi', " sebagai berikut: "'Nanoteknologi' terdiri
terutamanya daripada pemprosesan bahan-bahan melalui pemisahan, penyatuan, dan
pencacatan bentuk oleh sebiji atom atau sebiji molekul." Istilah
"nanoteknologi" didefinisikan pertama kali oleh Norio Taniguchi , Profesor
Universiti Sains Tokyo , pada tahun 1974 dalam kertas kerjanya, "Tentang
Konsep Dasar 'Nanoteknologi'," sebagai berikut: "'Nanoteknologi'
terdiri terutama dari pemrosesan bahan-bahan dalam pemisahan, persatuan, dan
pencacatan bentuk oleh sebiji atom atau sebiji molekul. "
Pada dekad 1980-an , idea asas untuk
takrif ini diperiksa dengan teliti oleh Dr. Pada dekade 1980-an , ide dasar
untuk definisi ini diperiksa dengan teliti oleh Dr. Eric Drexler . Eric Drexler
. Beliau mempromosikan keertian teknologi untuk fenomena-fenomena dan
peranti-peranti skala nano melalui ucapan-ucapan dan buku-bukunya, " Enjin-enjin
Penciptaan: Era Nanoteknologi Yang Akan Datang " ( Engines of
Creation: The Coming Era of Nanotechnology ) dan " Sistem-sistem
Nano: Jentera Molekul, Pengilangan dan Pengiraan " ( Nanosystems:
Molecular Machinery, Manufacturing, and Computation , ISBN 0-471-57518-6 )
dan disebabkan beliau, istilah itu memperoleh maksud kini. Ia mempromosikan
keertian teknologi untuk fenomena-fenomena dan perangkat-perangkat skala nano
melalui ucapan-ucapan dan buku-bukunya, " Mesin-mesin Penciptaan: Era
Nanoteknologi Yang Akan Datang "(Engines of Creation: The Coming Era of
nanotechnology) dan" Sistem- sistem Nano: Jentera Molekul,
pembuatan dan Penghitungan "(Nanosystems: Molecular Machinery,
Manufacturing, and Computation, ISBN 0-471-57518-6 ) dan disebabkan beliau,
istilah itu memperoleh maksud kini.
Teknologi kini menggunakan istilah
'nano' tidak terlalu berkaitan dan agak jauh dengan matlamat teknologi
perubahan dan istimewa bagi cadangan pengilangan molekul, tetapi istilah
tersebut sering membawa kepada idea tersebut. Teknologi kini menggunakan istilah
'nano' tidak terlalu berhubungan dan agak jauh dengan tujuan teknologi
perubahan dan istimewa bagi cadangan pengilangan molekul,
tetapi istilah tersebut sering
membawa kepada idea tersebut. Maka, mungkin berbahaya yang "buih
nano" akan terbentuk daripada penggunaan istilah tersebut oleh para
saintis dan usahawan untuk mendapatkan keuntungan, tanpa menghiraukan (dan
mungkin kurang) minat dalam kemungkinan perubahan kerja yang lebih kelihatan
berwawasan tinggi dan jauh. Maka, mungkin berbahaya yang "buih nano"
akan terbentuk dari petunjuk istilah tersebut oleh para ilmuwan dan pengusaha
untuk mendapatkan keuntungan, tak peduli (dan mungkin kurang) minat dalam
kemungkinan perubahan kerja yang lebih terlihat berwawasan tinggi dan jauh.
Bahan yang bertambah secara
nanoteknologi akan mengurangkan berat dan diikuti dengan bertambahnya
kestabilan dan kegunaan. Bahan yang bertambah secara nanoteknologi akan
mengurangi berat dan diikuti dengan bertambahnya stabilitas dan penggunaan.
C.
Perkembangan Nanotechnology.
Nanoteknologi adalah sebuah cabang
ilmu yang berfokus pada materi-materi pada ukuran antara 1 hingga 100 nanometer
(1 nm = 10 -9 meter ). Pada dasarnya, nanoteknologi ialah peluasan
sains-sains yang sedia ada ke skala nano. Pada dasarnya, nanoteknologi adalah
perluasan ilmu-ilmu yang ada ke skala nano.
Salah satu aspek skala nano yang terpenting adalah bahwa semakin
objek-objek menjadi kecil, semakin besar nisbahnya antara luas permukaan dengan
isi padu dan volume. Fenomena ini telah memungkinkan penciptaan bahan-bahan
yang menarik serta penggunaan-penggunaan yang baru serta petunjuk-petunjuk yang
baru.
Umpamanya, bahan-bahan yang legap menjadi lut sinar (tembaga); bahan-bahan
yang stabil menjadi bahan boleh bakar (aluminium); pepejal menjadi cecair pada
suhu bilik (emas); dan penebat menjadi konduktor (silikon). Kejayaan-kejayaan
cemerlang dalam nanoteknologi telah menghasilkan alat-alat solek dan losen-losen
pelindung cahaya matahari yang lebih baik, serta seluar kalis air.
Teknologi-Nano adalah pembuatan dan penggunaan materi atau devais pada ukuran
sangat kecil. Materi atau devais ini berada pada ranah 1 hingga 100 nanometer
(nm). Satu nm sama dengan satu-per-milyar meter (0.000000001 m), yang berarti
50.000 lebih kecil dari ukuran rambut manusia. Saintis menyebut ukuran pada
ranah 1 hingga 100 nm ini sebagai skala nano (nanoscale), dan material yang
berada pada ranah ini disebut sebagai kristal-nano (nanocrystals) atau
material-nano (nanomaterials).
Beberapa terobosan penting telah muncul di bidang nanoteknologi.
Pengembangan ini dapat ditemukan di berbagai produk yang digunakan di seluruh
dunia.
Sebagai contohnya adalah katalis pengubah pada kendaraan yang mereduksi
polutan udara, devais pada komputer yang membaca-dari dan menulis-ke hard disk,
beberapa pelindung terik matahari dan kosmetik yang secara transparan dapat
menghalangi radiasi berbahaya dari matahari, dan pelapis khusus pakaian dan
perlengkapan olahraga yang dapat meningkatkan kinerja dan performa atlit.
Hingga saat ini para ilmuwan yakin bahwa mereka baru menguak sedikit dari
potensi teknologi nano.
D. Tujuan dan Fungsi
Tujuan
penggunaan nano teknologi adalah untuk mengacu memanipulasi atom dan molekul
untuk membuat produk berskala makro.Deskripsi yang lebih umum adlah manipulasi
materi dengan ukuran maksimum 100 nanometer
Dengan nano teknologi
,kekayaan sumber daya alam indonesia dapat di beri nilai tambah guna menangani
persaingan global.Dengan menciptakan zat hingga berukuran satu per miliar
meter(nanometer),sifat dan fungsi zat tersebut bisa diubah sesuai dengan yang
diinginkan.Dengan nanoteknologi pula,kekayaan alam menjadi tak berarti karna
sifat-sifat zat bisa diciptakan sesuai dengan keinginan.Karena itu,kita harus
mampu memberi nilai tambah atas kekayaan
alam kita.
E. Penggunaan teknologi nano di masyarakat dalam kehidupan
sehari-hari
Teknologi nano dapat digunakan pada barang –barang elektronik:
1. Mesin cuci ‘Air Wash™ System’ buatan Samsung.
mesin cuci dengan teknologi Silver Nano, dimana ion-ion perak berukuran nano akan membasmi bakteri dan jamur. Ion-ion perak nano juga mampu bertahan pada cucian hingga 30 hari sehingga cucian bebas bakteri dan partikel penyebab bau.
mesin cuci dengan teknologi Silver Nano, dimana ion-ion perak berukuran nano akan membasmi bakteri dan jamur. Ion-ion perak nano juga mampu bertahan pada cucian hingga 30 hari sehingga cucian bebas bakteri dan partikel penyebab bau.
2. ‘iPod Nano’ buatan Apple
Dengan menggunakan teknologi nano, iPod ini dibekali storage sebesar 4GB dan 8GB, dan kekutan baterai 5 jam untuk menonton video,serta 24 jam untuk mendengarkan musik.
Dengan menggunakan teknologi nano, iPod ini dibekali storage sebesar 4GB dan 8GB, dan kekutan baterai 5 jam untuk menonton video,serta 24 jam untuk mendengarkan musik.
F.
Perkembangan teknologi nano
di Indonesia
Kontribusi teknologi nano dalam pengembangan teknologi
informasi (IT,information technology), sudah tidak diragukan lagi.
Bertambahnya kecepatan komputer dari waktu ke waktu, meningkatnya kapasitas hardisk
dan memori, semakin kecil dan bertambahnya fungsi telepon genggam, adalah
contoh-contoh kongkrit produk teknologi nano di bidang IT. Penambahan kepadatan
jumlah divais. Gambaran mudahnya, bila ukuran satu buah transistor bisa dibuat
lebih kecil maka kepadatan jumlah transistor pada ukuran chip yang sama
secara otomatis akan menjadi lebih besar. Dalam pembuatan LSI (large scale
integrated), sedapat mungkin jumlah transistor dalam satu chip bisa
diperbanyak.
Sebagai contoh, tahun 2005, INTEL berhasil meluncurkan 70 Megabit SRAM (static
random access memory) yang dibuat dengan teknologi nano proses tipe 65
nanometer (nm). Pada produk baru ini, di dalam satuchip berisi lebih
dari 500 juta buah transistor, dimana lebih maju dibanding teknologi processor
tipe 90 nm yang dalam satu chipnya berisi kurang lebih 200 juta transistor.
Diperkirakan ke depannya, sejalan dengan terus majunya teknologi nano, ukuran
transistor terus akan mengecil sesuai dengan hukum Moore dan processor
tipe 45 nm akan masuk pasar tahun 2007, dan selanjutnya tahun 2009 akan
diluncurkan processor 32 nm.
Terkait dengan usaha untuk memperkecil ukuran divais ini, salah satu mimpi
besar dari para ilmuan di Amerika saat ini adalah membuat memori atom, dan ini
pernah secara langsung dilontarkan oleh Presiden Bill Clinton tahun 2001 ketika
peluncuran proyek nasional nanoteknologi. Mereka bermaksud untuk memasukkan
semua data yang ada di perpustakaan nasional ke dalam satu chip memori
atom yang berukuran satu sentimeter (cm) kubik.
Mari kita coba menganalisa apakah memungkinkan data sebanyak itu
dikumpulkan dalam satu chip berukuran satu cm kubik. Satu cm jika diubah
dalam satuan ukuran atom yaitu amstrong, berarti sama dengan 10 pangkat 8
amstrong. Jika chip memori berupa kubus yang masing-masing panjang sisinya 1
cm, maka chip tersebut berisi atom sebanyak 10 pangkat 24 buah.
Prinsip pembuatan memori atom sendiri adalah dengan menyiapkan 2 jenis atom
yaitu atom besar dan atom kecil, dan mendefinisikan atom besar sebagai 0 dan
atom kecil sebagai :
Pertama, Jika kedua jenis atom tersebut ketika dijejerkan bisa dibaca
dengan baik, maka bisa didefinisikan bahwa jumlah bit sebanyak jumlah atom.
Data atau informasi yang terdapat dalam satu buah buku biasanya akan bisa masuk
dalam satu lembar CD-ROM yang jumlah bit-nya kurang lebih 10 pangkat 9.
Karena jumlah atom dalam chip memori atom sebanyak 10 pangkat 24 buah,
dan satu buah buku diperkirakan sebanyak 10 pangkat 9 bit, maka dalam
satu chip akan bisa memuat sekitar 10 pangkat 15 buah buku. Sungguh,
jumlah yang sangat besar. Kalau saja, dalam satu tahun ada 1 juta buku, maka
secara kalkulasi, satu chip bisa memuat informasi selama lebih dari 10
tahun. Jadi, jika teknologi kontrol peletakan satu persatu atom bisa dilakukan
dengan baik, maka bukan hal yang mustahil memori atom tersebut bisa
direalisasikan.
Kedua, memungkinkannya aplikasi efek kuantum. Ukuran material jika mencapai
satuan nanometer, maka secara otomatis akan muncul fenomena-fenomena baru dalam
fisika kuantum yang tidak dijumpai pada fenomena fisika klasik, yaitu efek kuantum.
Fenomena unik ini menjadi perhatian yang besar bagi ilmuan sekarang untuk
diaplikasikan dalam teknologi elektronika saat ini. Penggunaan efek kuantum
sendiri dalam divais bermacam-macam. Salah satunya adalah divais elektronika
yang menggunakan struktur kecil kuantum dot maupun superlatis. Pada divais
dengan struktur superlatis inilah yang diproyeksikan bisa dipakai dalam
aplikasi divais dengan kecepatan tinggi. Contoh divais dari jenis ini yang
sudah diproduksi adalah HEMT (High Electron Mobility Transistor) yang
biasa dipakai pada sistem pemancar satelit. Keunikan fenomena lain di area
nanometer ini adalah munculnya energi level yang diskrit. Bahkan, semakin kecil
ukuran suatu benda, maka diskritnya energi level semakin jelas. Aplikasi yang
sudah terlihat betul dari fenomena ini adalah pembuatan laser berwarna biru dan
ungu dengan bahan kuantum dot. Laser ini bekerja berdasarkan sifat diskrit
energi level pada struktur dot tersebut. Menariknya adalah material yang semula
tidak bisa menghasilkan cahaya, seperti silikon yang biasa dipakai dalam LSI,
akan berubah sifat menjadi bisa bercahaya ketika efek kuantum muncul. Aplikasi
lain dari efek kuantum ini adalah single electron device (Kompas, 12 Mei
2004), yang konon selain menjadi kandidat divais untuk LSI generasi
selanjutnya, bisa juga diaplikasikan dalam pembuatan sensor dengan sensitifitas
tinggi, kuantum informasi, dan kuantum komputer.
Ketiga, penambahan fungsi baru pada sistem yang sudah ada. Yang dimaksud
adalah bukan sebatas membuat material sama dalam ukuran kecil sehingga
kepadatannya semakin besar, tetapi lebih pada titik tekan lahirnya fungsi baru
ketika atom atau molekul yang berbeda jenis disusun dalam suatu sistem divais.
Sebagai contoh, pembuatan mata buatan yang mempunyai fungsi menangkap cahaya,
kemudian sekaligus mentransfer cahaya tersebut menjadi informasi dan kemudian
mengolahnya, itu akan lebih mudah dilakukan dengan peran teknologi nano. Bahkan
dengan teknologi nano, diharapkan ke depan intelejensi sensor buatan bisa
dibuat dengan sensitifitas mendekati apa yang dimiliki manusia.
Demikian 3 kontribusi besar teknologi nano di bidang IT, yang tentu masih
memungkinkan lagi nantinya muncul kontribusi ke-4, ke-5, dan seterusnya seiring
dengan temuan-temuan baru teknologi nano di masa mendatang.
G. Perkembangan teknologi nano di masa depan
Teknologi Nano adalah teknologi masa depan. Diperkirakan dalam 5 tahun
kedepan seluruh aspek kehidupan manusia akan menggunakan produk-produk yang
menggunakan teknologi nano yang diaplikasikan dalam bidang :
1. Medis &
Pengobatan
Molekul dalam skala nano yang bersifat multifungsi untuk mendeteksi kanker
dan untuk penghantaran obat langsung ke sel target.
Molekul nano menempel pada sel kanker
2. Farmasi
Sebagian besar obat-obatan dan kosmetika yang
beredar di pasaran saat ini bekerjanya kurang optimal disebabkan karena zat
aktifnya :
1. memiliki
tingkat kelarutan yang rendah.
2. membutuhkan
lemak agar dapat larut.
3. mudah
teragregasi menjadi partikel besar
4. tidak mudah diabsorpsi
dan dicerna
3. Kosmetik
Terobosan nanoteknologi dalam bidang kosmetika
dan obat-obatan mampu menciptakan bahan kosmetika dan obat-obatan dengan
efektivitas yang jauh lebih baik. Sebagai contoh adalah penggunaan liposom
dalam formula obat dan kosmetika.
Liposom adalah vesikel berbentuk spheris dengan
membran yang terbuat dari dua lapis fosfolipid (phospholipid bilayer),
yang digunakan untuk menghantarkan obat atau materi genetik ke dalam sel.
Liposom dapat dibuat dari fosfolipid alamiah dengan rantai lipid campuran
ataupun komponen protein lainnya. Bagian phospholipid bilayer dari
liposom dapat menyatu dengan bilayer yang lain seperti membran sel,
sehingga kandungan dari liposom dapat dihantarkan ke dalam sel. Dengan membuat
liposom dalam formula obat atau kosmetika, akhirnya bahan yang tidak bisa
melewati membran sel menjadi dapat lewat. Manfaat sistem penghantaran zat aktif
kosmetika dengan menggunakan liposom berukuran 90 nm adalah :
1. Mampu menghantarkan zat aktif sampai lapisan bawah
kulit.
2. Mampu menghantarkan zat aktif lebih cepatk, sehingga didapatkan recovery
yang lebih cepat pula.
4. Tekstil
Dengan nanopartikel tekstil dan pakaian akan menjadi mudah dibersihkan dan
dengan penambahan silver pada kaos kaki akan membuat nya mempunyai pengaruh
pada pengurangan bau kaki. Tetapi akhir-akhir ini para peneliti mengingatkan
bahwa tidak semua produk kaos kali yang mengandung perak akan aman bagi
lingkungan. Hal ini karena pada saat pencucian, pada produk yang kurang bagus,
perak akan terikut ke air cucian. Hal ini bisa menyebabkan efek negatif pada
biota air. Selain perak, TiO2 diguanakan juga pada UV cut. Contoh yang umum di
pakai adalah pada payung.
5. Produk
perawatan.
TiO3 dan SiO2 digunakan sebagai UV cut sementara apatite digunakan pada
pasta gigi. Perak digunakan pada plester untuk mencegah infeksi dan emas
nanopartikel digunakan pada tes kehamilan
6. Olahraga
Nanopartikel digunakan untuk membuat peralatan olahraga menjadi lebih kuat,
lebih baik dan berdaya guna tinggi. Contohnya pada raket merk Yonex yang
menggunakan serat carbon.
7. Perbaikan rumah
Titania digunakan pada cat genting untuk membuat memberi efek pembersihan
sendiri.
8. Produk Rumah
tangga
Digunakan pada gelas, keramik, sepatu untuk berbagai macam pelapisan.
9. Aplikasi
Nanoteknologi Untuk Penghematan Energi
Pemborosan energi, khususnya di Indonesia, memang lebih banyak disebabkan
karena pola penggunaan yang belum efisien atau lebih terkait dengan budaya dan
gaya hidup masyarakat. Namun sebenarnya banyak sekali teknologi yang dapat
diterapkan untuk mengubah atau meminimalisir gaya hidup yang boros energi,
sebagaimana terjadi di Indonesia. Dan rekayasa material melalui nanoteknologi
menjadi sangat penting di sini.
BAB III
Penutup
A.Kesimpulan
Dalam tekhnologi nano
perkembangan peradaban manusia sampai zaman dimana manusia menggunakan
energi dan fosil. Ilmu pengetahuan yang semakin dikembangkan ketekhnologi
informasi, tekhnologi komunikasi, bio tekhnologi dan nano tekhnologi. Teknologi
informasi berkembang teutama setelah ditemukannya mesin punch card yang
merupakan dasar komputer oleh Hollerit pada tahun 1890. Dari sinilah arah
komputer dimulai karna setelah itu dimulailah pembuatan komputer yang pertama
yang ukurannya sangat luar biasa besarnya dibandingkan dengan komputer yang ada
sekarang. Dengan komputer orang dapat menjalajahi dunia dengan waktu yang
singkat, karna adanya internet, dengan demikian dunia menjadi semakin sempit
sebab komputer sudah merambahnya dengan waktu yang amat singkat. Semua
informasi baik menyangkut politik,ekonomi,kebudayaan dan sebagainya, diseluruh
dunia sudah dapat diketahui tergambar dengan indah dan sistematis.
B.Saran
Setelah kita membaca makalah ini
semoga dapat menambah wawasan kepada para pembacanya tentang teknologi nano.
Daftar
pustaka
M. Ali Hasan, 1981 prinsip-prinsip pengetahuan
alam dalam Al Quran,Surabaya PT Bina Ilmu. Muh. Khalifah Musrasi, 2003 Ilmu
Alamiah Dasar, Makassar, Yayasan Pendidikan Islam. Abdullah Aly, Eny Rahma,
2003 Ilmu Alamiah Dasar, Jakarta, PT Bumi Aksara. Santi Dewiki, Sri Yunita,
2006 Ilmu Alamiah Dasar, Jakarta, Universitas Terbuka ( UT ).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar